Langsung ke konten utama

Ledakan Sumur Bekas di Lombok Timur, Ibu dan Anak Alami Luka Bakar

Ledakan Sumur Bekas di Lombok Timur, Ibu dan Anak Alami Luka Bakar



Jurnalmerah, Lombok Timur, - Sebuah ledakan mengejutkan warga Dusun Danger Selatan, Desa Danger, Kecamatan Masbagik, pada Selasa pagi (30/7) sekitar pukul 06.00 WITA. Ledakan tersebut berasal dari sumur bekas yang sudah tidak digunakan di rumah Mulyadi, mengakibatkan istri dan anaknya mengalami luka bakar.

Kronologi Kejadian

Peristiwa ini bermula ketika Lina Yasri (35), istri Mulyadi, sedang berada di dapur untuk menyalakan kompor gas guna memasak air. Saat itu, anaknya, M. Risky Pratama (17), sedang berada di kamar mandi yang berjarak sekitar tiga meter dari dapur. Tiba-tiba terdengar ledakan keras dari sumur bekas di belakang kamar mandi. Ledakan ini juga menyebabkan sambaran api muncul dari dalam kamar mandi, mengakibatkan penutup toilet terangkat.

Lina dan Risky langsung berteriak meminta tolong. Mulyadi, bersama warga sekitar, segera membawa mereka ke Puskesmas Masbagik untuk mendapatkan perawatan medis. Lina menderita luka bakar di rambut, kedua kaki, dan tangan kanan, sementara Risky mengalami luka bakar di kedua kakinya.

Tindakan Kepolisian

Menurut keterangan yang diunggah di akun Facebook Polsek Masbagik, kepolisian setempat, dipimpin oleh Piket Pawas IPDA M. Azhari, segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Polisi mengamankan lokasi, mengumpulkan barang bukti, dan meminta keterangan dari saksi-saksi yang ada. Laporan insiden ini telah disampaikan kepada kepala kepolisian untuk tindakan lebih lanjut.

Penyelidikan lebih lanjut sedang dilakukan untuk menentukan penyebab pasti ledakan tersebut. Warga setempat diimbau untuk tetap berhati-hati dan melaporkan setiap kejadian mencurigakan kepada pihak berwenang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tim IRON-EDWIN Tegaskan Komitmen pada Guru, TKD akan Dikembalikan seperti Era Ali Bin Dachlan

  Keterangan Foto : Konsolidasi Tim Pemenangan Kabupaten IRON-EDWIN Jurnalmerah.com, Lombok Timur , - Dalam konsolidasi yang digelar di Cafe Klasik, Sikur, Sabtu, 14 September 2024 calon bupati Lombok Timur, Khairul Warisin, menekankan pentingnya peningkatan kesejahteraan guru di Lombok Timur. Salah satu fokus utama yang disampaikan adalah pengembalian Tunjangan Khusus Daerah (TKD) bagi guru, seperti yang pernah diterapkan pada masa kepemimpinan Ali Bin Dachlan.  Khairul Warisin calon bupati Lombok Timur 2024 menyampaikan bahwa guru adalah elemen penting dalam pembangunan sumber daya manusia. "Guru adalah pilar utama dalam pendidikan, dan sudah saatnya mereka mendapatkan penghargaan yang layak. Kami berkomitmen untuk mengembalikan TKD seperti masa Ali Bin Dachlan, agar guru-guru di Lombok Timur merasa bangga dan dihargai atas peran mereka yang begitu vital," ujar Khairul. Ia juga menekankan bahwa program TKD ini bukan hanya soal tunjangan semata, tetapi merupakan upaya untuk ...

DPP GANAS Resmi Bentuk DPD di Kabupaten Sumbawa Barat

Keterangan Foto : Anggota GANAS SumbawaBarat,Jurnalmerah.com , 29 September 2024 — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Advokasi Nusantara (GANAS) telah resmi membentuk pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) GANAS Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Imran terpilih sebagai ketua, dengan Yanti Sosilawati sebagai sekretaris dan Maslah sebagai bendahara. Ketua DPP GANAS, Lalu Anugerah Bayu Adi, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dan hadir dalam acara pembentukan DPD GANAS Sumbawa Barat. Ia menekankan bahwa kehadiran GANAS merupakan wadah perjuangan untuk masyarakat luas, bukan hanya di Lombok, tetapi juga untuk seluruh masyarakat Nusa Tenggara Barat. “Saya ucapkan banyak terima kasih telah hadir di acara pembentukan GANAS di Kabupaten Sumbawa Barat. Kepada pengurus DPD KSB yang terpilih, saya ucapkan selamat,” ungkap Anugerah. Anugerah juga menjelaskan bahwa gerakan utama GANAS adalah memberikan pendampingan hukum gratis bagi anggota dan masyar...

UGR: Surga Demokrasi dengan Sejuta Rektor

Di kaki Gunung Rinjani ujung timur pulau lombok, berdiri sebuah kampus yang namanya kerap disebut-sebut sebagai "Syurganya Demokrasi" – Universitas Gunung Rinjani (UGR). Sejak didirikan oleh Ali bin Dachlan, kampus ini dibangun di atas landasan kebebasan berpikir dan kreativitas mahasiswa. Sejak awal, UGR membanggakan dirinya sebagai ruang di mana setiap mahasiswa bebas berkreasi, bebas bersuara, bebas menyampaikan aspirasi tanpa batas. Dalam idealisme pendirinya, UGR adalah kampus yang memuliakan kebebasan individu dalam berkarya. Namun, apakah "syurga" ini masih setia pada mimpi besar pendirinya? Kenyataannya, UGR kini tak lebih dari panggung absurd di mana setiap sudut kampus menyaksikan parade para "rektor-rektor" dadakan yang memegang kekuasaan seolah tiada batas. "Sejuta rektor" itulah istilah yang santer di kalangan mahasiswa. Sebuah istilah sinis yang lahir dari ketidakpuasan atas perilaku birokrasi kampus yang bak serdadu tak bertuan. Di...